Literasi adalah
kemampuan seseorang untuk memahami dan menggunakan bahasa secara efektif dalam
kehidupan sehari-hari. Literasi dapat mencakup kemampuan membaca, menulis,
memahami, dan berbicara dengan bahasa yang digunakan di masyarakat. Di
Indonesia, tingkat literasi masih menjadi masalah yang cukup serius. Menurut
survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018, hanya
60,02% penduduk Indonesia yang mempunyai kemampuan membaca serta memahami
tulisan. Kemudahan akses informasi tidak selalu berbanding lurus dengan
kemampuan literasi masyarakat, bahkan masih banyak masyarakat Indonesia yang
mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis.
Berbagai
faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat literasi di Indonesia, di antaranya
adalah masalah perlengkapan dan bahan bacaan, faktor masalah ekonomi, kebiasaan
membaca yang kurang, kurangnya dukungan keluarga, dan kurangnya dukungan
pemerintah dalam menjalankan program literasi. Kondisi sosial budaya Indonesia
yang masih kuat juga cenderung mempengaruhi literasi masyarakat.
Hal
utama yang menjadi kendala dalam meningkatkan literasi di Indonesia adalah
masalah perlengkapan dan bahan bacaan. Sebagian masyarakat Indonesia masih kesulitan
dalam mengakses buku dan bahan bacaan yang menunjang literasi. Hal ini
dipengaruhi oleh ketersediaan buku dan bahan bacaan yang masih kurang.
Sementara itu, berbagai inovasi dalam bentuk digital seperti e-book dan
audiobook yang tersedia di internet masih belum merata aksesnya bagi sebagian
masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah terpencil. Ketimpangan daerah pun
menjadi faktor utama kurang meratanya akses pada media-literasi tersebut.
Faktor
sosial ekonomi juga menjadi kendala bagi beberapa keluarga di Indonesia yang kurang
mampu untuk menyekolahkan anak-anak mereka, sehingga mereka tidak memiliki
kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang memadai.
Selain
faktor ekonomi, kebiasaan membaca yang kurang juga menjadi penyebab rendahnya tingkat
literasi di Indonesia. Walaupun terdapat berbagai macam bahan bacaan yang
tersedia, kebanyakan masyarakat Indonesia cenderung malas membaca sehingga
kemampuan literasinya pun tidak berkembang. Sebagian penduduk Indonesia
menganggap membaca sebagai kegiatan yang membosankan dan kurang penting.
Padahal, membaca sangat penting dalam peningkatan kualitas hidup seseorang.
Kurangnya
dukungan keluarga juga sangat berpengaruh dalam pembelajaran anak-anak. Dukungan
keluarga sangat penting dalam meningkatkan tingkat literasi anak-anak. Ketika
keluarga tidak membaca atau tidak mendukung pembelajaran, anak-anak kurang
termotivasi untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka.
Selanjutnya,
kurangnya dukungan pemerintah dalam meningkatkan literasi juga menjadi faktor
penting. Sementara pemerintah menyediakan dana untuk program literasi, namun
pengalokasiannya belum merata dan masih di bawah standar. Selain itu,
program-program literasi yang sudah dijalankan belum terintegrasi dengan baik,
dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi juga belum sepenuhnya
terbangun.
Di
sisi lain, kondisi sosial budaya di Indonesia masih memiliki andil besar dalam
rendahnya tingkat literasi. Beberapa masyarakat Indonesia masih menganggap
pendidikan sebagai hal yang kurang penting, lebih memilih bekerja daripada
mengambil jenjang pendidikan lebih tinggi. Ditambah lagi, kebiasaan orang tua
yang kurang memfasilitasi anak-anaknya dalam membaca juga menjadi salah satu
faktor yang menyebabkan rendahnya literasi.
Meningkatkan
Literasi di Indonesia
Untuk
meningkatkan literasi di Indonesia, perlunya kesadaran dari semua pihak
termasuk masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan. Peran penting pemerintah
dalam mendukung kebijakan yang mendukung peningkatan literasi salah satunya adalah
memberikan akses terhadap bahan-bahan untuk meningkatkan kemampuan literasi
masyarakat. Selain itu, program-program literasi yang terintegrasi dan
dirancang dengan matang serta terukur harus dibuat dan dilaksanakan dengan
serius sehingga literasi di Indonesia benar-benar bisa meningkat.
Dalam
masyarakat, perlu ditingkatkan kesadaran akan pentingnya literasi. Banyak yang
masih belum memahami betapa membaca dan menulis dapat meningkatkan kualitas
hidup seseorang. Dalam lingkungan keluarga, orang tua harus lebih memperhatikan
kebiasaan anak-anak mereka dalam membaca. Dalam dunia pendidikan, pengembangan
kurikulum yang mendukung peningkatan literasi di kelas, seperti peningkatan jam
pelajaran bahasa, juga menjadi bagian dari kebijakan yang harus diambil.
Selain
itu, kegiatan-kegiatan yang dapat memicu literasi harus disediakan, seperti
lebih banyak ruang baca dan area membaca, pertunjukan film atau diskusi terkait
buku, dan festival literasi. Selain memberikan banyak informasi yang berguna,
bentuk kegiatan literasi yang interaktif dan menyenangkan terbukti efektif
dalam meningkatkan minat membaca dan menulis bagi masyarakat.
Dalam
era informasi digital, merangkul literasi digital juga menjadi salah satu upaya
untuk meningkatkan literasi di Indonesia. Pemerintah bisa memperbanyak
program-program pembelajaran yang berbasis teknologi, seperti pengoperasian
perangkat seluler, pembelajaran aplikasi digital, hingga kelas e-book dan
audiobook, sehingga memudahkan orang-orang yang tidak memiliki akses pada
bahan-bahan bacaan cetak.
Di
sisi lain, dalam upaya meningkatkan literasi, penting untuk menunjukkan
manfaatnya bagi masyarakat, seperti pengembangan ketrampilan dan kemampuan
seseorang dalam memecahkan masalah dan berpikir kritis. Ketika masyarakat
menyadari pentingnya literasi dan manfaat yang dapat diperoleh, mereka akan
lebih termotivasi dalam meningkatkan kemampuan literasinya.
Literasi
di Indonesia masih tergolong rendah, dan beberapa faktor yang mempengaruhi
tingkat literasi antara lain adalah masalah perlengkapan dan bahan bacaan,
kebiasaan membaca yang kurang, serta kurangnya dukungan pemerintah. Peningkatan
literasi menjadi penting karena meningkatkan kemampuan dan ketrampilan
seseorang, serta memperkuat persaingan sumber daya manusia di kancah internasional.
Meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah, dan mengintegrasikannya dalam
program-program literasi yang terencana dan terukur dapat memberikan dampak
positif bagi meningkatkan tingkat literasi di Indonesia.
Tajuk Rencana

Komentar
Posting Komentar